Tugas 2
1. Hakikat bisnis
Hakikat bisnis adalah kebutuhan manusia berupa barang atau jasa yang harus terpenuhi kebutuhannya dengan usaha mendapatkan alat pembayarannya yaitu uang atau alat tukar-menukar barang (barter) yang saling menguntungkan antar kedua belah pihak. Hakikat bisnis juga merupakan usaha untuk memenuhi kebutuhan manusia, organisasi, ataupun masyarakat luas.
2. Karakteristik profesi bisnis
Profesi dirumuskan sebagai pekerjaan yang dilakukan untuk nafkah hidup dengan menggunakankeahlian dan ketrampilan dengan melibatkan komitmen pribadi dalam melakukan pekerjaan tersebut. Bisnis modernmensyratkan dan menuntut para pelaku bisnis untuk menjadiorang yang professional.Orang-orang yang professional selalu berarti orang-orang yang mempunyai komitmen pribadi yang tinggi, yang serius dalam pekerjaannnya, yang bertanggung jawab atas pekerjaannnya agar tidak sampai merugikan orang lain.
3. Pergeseran paradigma dari stokholder ke stakeholder
Pergeseran paradigma dari pendekatan stockholder kependekatan stakeholder dapat diartikan sebagai titik tolak atau sudut pandang kita terhadap proses pembelajaran, yang merujuk pada pandangan tentang terjadinya suatu proses yang sifatnya masih sangat umum, di dalamnya mewadahi, menginsiprasi, menguatkan, dan melatari metode pembelajaran dengan cakupan teoretis tertentu. Penerapan etika bisnis ini merupakan penerapan dari konsep “Stake Holder” sebagain pengganti dari konsep lama yaitu konsep “Stock Holder”. Pengusaha yang menerapkan konsep Stock Holder berusaha untuk mementingkan kepentingan para pemegang saham (stockholder) saja, dimana para pemegang saham tentu saja akan mementingkan kepentingannya, yaitu penghasilan yang tinggi baginya yaitu yang berupa deviden atau pembagian laba serta harga saham di pasar bursa.
4. Tanggung Jawab Moral dan Sosial Bisnis dalam Dunia Modern
Ada beberapa pandangan tentang tanggung jawab moral bisnis. John Kenneth Galbraith berpendapat bahwa bisnis adalah korporasi impersonal yang bertujuan untuk memperoleh laba. Sebagai institusi impersonal atau pribadi yang artifisial, bisnis tdak mempunyai nurani, sehingga tidak bertanggung jawab secara moral. Dengan kata lain, bisnis adalah institusi yang tidak berkaitan dengan moralitas yang bertujuan meningkatkan pemenuhan kepentingan pihak-pihak yang terlibat, dan melalui kekuatan pasar, kesejahteraan masyarakat pun akan meningkat. Menurut Milton Friedman, tanggung jawab sosial bisnis adalah memanfaatkan sumber daya yang ada untk mencapai laba dengan cara-cara yang sesuai dengan aturan permainan dalam persaingan bebas tanpa penipuan dan kecurangan.
Keith Davis sebagaiman dikutip oleh weiss menyatakan lima kewajiban yang harus dilakukan oleh bisnis profesional agar dapat bertanggung jawab secara sosial, yaitu :
1.Bisnis mempunyai peranan sosial sebagai pemelihara sumber daya masyarakat.
2.Bisnis harus bekerja sebagai sistem terbuka dua arah dengan penerimaan masuk secara terbuka dari masyarakat dan pemajanan yang terbuka tentang operasinya kepada publik.
3.Biaya sosial maupun manfaat dari suatu aktivitas, produk atau jasa harus dikalkulasi dan dipertimbangkan secara cermat agar dapat mengambil keputusan apakah kegiatan itu perlu dilanjutkan atau tidak.
4.Biaya sosial dari setiap aktivitas, produk, atau jasa harus diperhitungkan ke dalam harga, sehingga konsumen atau pengguna membayar atas dampak kosumsinya terhadap masyarakat.
5.Lembaga bisnis ibarat warganegara yang mempunya tanggung jawab atas keterlibatan sosial sesuai dengan kompetensinya dimana terdapat kebutuhan sosial yang penting. Setiap korporasi yang mengikat diri terhadap manajemen mutu sesungguhnya menyetujui adanya tanggung jawab moral. Tanggung jawab moral yang utama menurut Pratley ada tiga, yaitu;
(1) menghasilkan barang-barang, kepuasan konsumen, dan keamanan pemakaian
(2) kepedulian terhadap lingkungan, baik dilihat dari sudut masukan maupun keluaran, pembuangan limbah yang aman. Serta mengurangi penipisan sumber daya alam
(3) standar minimal kondisi kerja dan sistem pengupahan serta jaminan sosial. Ketiganya merupakan tanggung jawab minimum.
Dalam pembahasan ini kode etik perusahaan dimaksudkan pernyataan etik pada umumnya tanpa memperhatikan penggolongan yang dibuat oleh Patrick Murphy. Setiap perusahaan berusaha memiliki kode etik. Manfaat kode etik bagi perusahaan yaitu :
1. Kode etik dapat meningkatkan kredibilitas suatu perusahaan, karena etika telah dijadikan sebagai corporate culture.
2. Kode etik dapat membantu menghilangkan kawasan abu-abu di bidang etika.
3. Kode etik dapat menjelaskan bagaimana perusahaan menilai tanggung jawab sosialnya.
4. Kode etik menyediakan regulasi sendiri dan dalam batasan tertentu tidak perlu campur tangan pihak pemerintah dalam mengatasi berbagai persoalan bisnis.Kode etik seringkali menunjukan sikap optimis yang berlebihan sehingga diragukan kemampuannya untuk memecahkan persoalan etis dalam perusahaan.
Komentar
Posting Komentar